logo

Waktu

Ditulis oleh Sabri on .

Ditulis oleh Sabri on . Dilihat: 1016

Waktu

oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

 

           Berfilsafat maknanya adalah berfikir secara mendalam (radic) sampai ke akar-akarnya untuk mendapatkan kebenaran. Dalam kaitannya dengan Al Qur'an, bertebaran ayat yang memerintahkan manusia untuk berfikir (QS.Al Baqarah:44; Ali Imran:65; Al An'am:32, dll).  

            Dalam bahasa Arab, istilah filsafat adalah al-hikmah yang bermakna kebijaksanaan. Sementara kata al-hikmah juga berarti perkataan yang terjaga dari kesalahan.

            Dalam dimensi metafisika dikenal ada teori presentisme yang menekankan bahwa hanya masa kini yang nyata. Masa lalu telah berlalu, dan masa depan belum ada.

             Teori eternalisme menyatakan semua waktu masa lalu, masa kini, dan masa depan sama-sama nyata dan ada dalam kerangka waktu yang tetap.

         Teori Growing Block adalah jalan tengah antara presentisme dan eternalisme. Teori Growing Block  menyatakan bahwa masa lalu dan masa kini nyata, tetapi masa depan belum nyata.

           Waktu dilihat seperti blok yang terus tumbuh, di mana kejadian baru terus ditambahkan ke masa lalu ketika mereka terjadi.

          Masa depan tidak eksis hingga ia menjadi masa kini, tetapi masa lalu tetap eksis dan mempengaruhi keberlanjutan.

          Ketiga teori ini mencerminkan cara pandang berbeda tentang eksistensi waktu dan bagaimana manusia memahaminya secara filosofis. Pilihan teori mana yang lebih tepat seringkali bergantung pada argumen ontologis dan interpretasi sains modern seperti relativitas waktu.

          Filsuf terkemuka membicarakan tentang waktu, sebagai berikut:

           Aristoteles melihat waktu sebagai ukuran perubahan dalam kaitannya dengan sebelum dan sesudah. Saint Augustine, mengaitkan waktu dengan jiwa manusia, di mana masa lalu adalah ingatan, masa kini adalah pengalaman, dan masa depan adalah ekspektasi. Immanuel Kant menyatakan bahwa waktu adalah bentuk intuisi bawaan yang memungkinkan kita memahami pengalaman.

Dan Martin Heidegger dalam bukunya Being and Time, ia menghubungkan waktu dengan eksistensi manusia.

          Mari kita merenung bersama soal waktu yang biasanya dikaitkan dengan surat al-'Ashr ayat 1-3, pada tulisan ini akan lebih menitikberatkan pada pesan al-Qur'an tentang keabadian waktu alam akhirat. Pesan al-Qur'an tentang waktu alam akhirat ini sangat inspiratif.

          Pertama, pesan waktu dalam surat al-'Ashr, konteksnya adalah waktu alam dunia yang terbatas dimensinya, sementara waktu alam akhirat adalah sebaliknya abadi. 

          Kedua, pasti ada sesuatu hikmah dibalik  ayat al-Qur'an, termasuk ayat-ayat tentang waktu alam akhirat ini. Banyak ayat al-Qur'an yang menerangkan tentang keabadian waktu alam akhirat, misalnya dengan khalidun   dan khalidin, yang berarti mereka penghuni surga dan neraka kekal abadi di dalamnya.

         Dari keterangan di atas, terlihat betapa perhatian al-Qur'an soal waktu akhirat ini sangat tinggi. Jika pesan al-Qur'an dalam konteks waktu dunia termaktub dalam satu surat dengan tiga ayat, maka pesan al-Qur'an dalam konteks waktu akhirat, setidaknya dari kata khalidun dan khalidin tercatat pada 32 surat dengan 69 ayat (al-Baqi, Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur'an, h. 236-238). 

          Ini seyogyanya menyadarkan kita betapa teramat kecil dan teramat singkat hidup di dunia ini.  Seorang guru besar  Filsafat Islam dalam bukunya Gerbang Kearifan mengatakan,  Manusia makhluk setitik (di dunia ini) dan sedetik (tinggal di dalamnya). Dalam bahasa yang lebih tinggi dari ungkapan ini, adalah sabda Nabi saw, "Perumpamaan duniamu dengan akhiratmu adalah seperti engkau celupkan jari telunjukmu ke lautan, lalu engkau angkat, yang menetes, itulah (waktu) duniamu".

Jika waktu dunia (waktu kosmis) dimulai dari angka 0, maka sejak peristiwa Big Bang (dentuman besar) yang menandai terjadinya ruang dan waktu, dalam catatan seorang fisikawan teori Indonesia, Agus Purwanto , waktu yang telah berjalan di alam dunia ini adalah 15 miliar tahun.  

           Bila dikaitkan dengan waktu alam akhirat, maka sungguh tidak ada padanan angka dan kata untuk menunjukkan perbedaan lama waktunya. 

 Wallahu a'lam bi showab 

 Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in 



Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

Jl. Tinaloga No.5 Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Utara, Gorontalo

Telp: 0435-8591389 
Fax: 0435-831625

Email : surat@pta-gorontalo.go.id

Hak Cipta Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo © 2022