Silaturrahmi
Silaturrahmi
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Jam menunjukkan midnight saat jemari menutup huruf-huruf di HP. Tidak ada waktu lagi untuk menumpahkan ide-ide yang muncul dikarenakan dini hari ini harus check out dari hotel menuju bandara Juanda untuk balik ke Gorontalo.
Sering kita melakukan tindakan tanpa direncanakan sebelumnya dan ternyata justru perbuatan tersebut memberi pelajaran dan hikmah yang berarti.
Hal ini terjadi pada penulis, yang tanpa direncana tiba-tiba memutuskan untuk silaturrahmi ke rumah kawan yang telah mutasi ke tempat baru sejak beberapa bulan lalu.
Ada perlunya kita memahami arti silaturahmi baik secara bahasa maupun istilah.
Ada dua istilah yang keduanya dibenarkan yaitu siturrahim dan silaturrahmi.
Silaturahim, berasal dari kata shilat ar-rahim yang berarti menyambung tali kasih sayang. Maknanya lebih spesifik pada hubungan kekeluargaan atau mereka yang memiliki hubungan darah (satu rahim). Sedangkan silaturahmi, berasal dari kata shilat ar-rahmi, yang berarti menyambung tali kasih sayang. Maknanya lebih luas, yaitu kasih sayang terhadap sesama manusia, tidak hanya terbatas pada keluarga (sedarah).
Dalam teks-teks hadits kita mendapati banyak anjuran dan pesan nabi saw akan urgensi silaturahmi. Misalnya beliau bersabda bahwa silaturahmi dapat membuka pintu rejeki. Beliau bersabda, yang
artinya, “Siapapun ingin dilapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR Al-Bukhari). Dalam hadits lainnya nabi saw juga bersabda, "Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari)
Qaul Sahabat dan Ulama tentang Silaturahmi
Ali bin Abi Thalib ra menekankan bahwa silaturahmi membawa keberkahan dalam hidup, baik dari segi umur, rezeki, maupun hubungan antar keluarga.
Ibnu Katsir menegaskan bahwa silaturahmi bukan hanya hubungan sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.
Imam Al-Ghazali menggarisbawahi bahwa silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan ridha Allah dan membangun hubungan yang kuat dengan sesama manusia.
Nilai-Nilai dalam Silaturahmi
Nilai spiritual silaturrahmi, menjalin hubungan dengan sesama sebagai bentuk ibadah.
Selain memiliki nilai spiritual, silaturrahmi memiliki nilai sosial, yaitu dapat mempererat hubungan antar manusia dan membangun keharmonisan di antara sesama. Di samping nilai-nilai tersebut silaturrahmi mempunyai
nilai budaya, tradisi yang berlaku di masyarakat dapat dilestarikan sehingga menjadi norma-norma kehidupan masyarakat.
Manfaat Silaturahmi
Manfaat personal, silaturrahmi dapat mengurangi rasa kesepian dan stres. Juga dapat membuka peluang untuk belajar dan bertukar pengalaman.
Dalam bersosialisasi, silaturrahmi akan memupuk dan meningkatkan solidaritas dan kerjasama dalam komunitas. Yang lebih penting lag, dengan membiasakan silaturrahmi akan mengurangi konflik dan memperkuat persatuan.
Dalam masalah spiritual, silaturrahmi memberikan keberkahan dan mendatangkan pahala besar dan ketenangan hidup.
Silaturrahmi menjadi sarana mendekatkan diri kepada sang Pencipta dengan menjaga hubungan baik dengan makhluk-Nya.
Menjaga Silaturahmi
Banyak cara untuk menjaga silaturrahmi antar sesama dan keadaan ini harus dilakukan. Berkunjung ke rumah saudara, teman, atau tetangga adalah hal yang sangat baik. Memanfaatkan teknologi (media sosial atau telepon) untuk tetap menjalin hubungan setiap saat.
Silaturrahmi sangat positif dalam menghindari konflik disebabkan bisa saling memaafkan secara langsung.
Dalam silaturrahmi bisa saling berbagi kebahagiaan, seperti memberikan bantuan atau perhatian.
Pada hakikatnya istilah silaturahmi secara fungsi merujuk kepada tali persaudaraan antar orang yang memiliki kekerabatan. Keterangan ini merujuk kepada asal makna dalam kata berikut paparan penjelasan yang tertera di atas.
Adapun bentuk silaturahmi, apalagi di era modern maka tidak terbatas hanya pada bertemu dan berkunjung saja, sehingga jika aktivitas ini hilang kesalahpahaman terhadap kesimpulan bahwa silaturahmi telah terputus pun sering terjadi.
Makna luas silaturahmi secara substantif adalah menjalin hubungan baik dengan cara berbuat baik kepada saudara dan kerabat, baik dengan memberi hadiah, bantuan finansial hingga berkunjung untuk bercengkrama hingga pertemuan dan komunikasi digital sebagaimana umumnya.
Wallahu a’lam.
Allahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
