Injury time
Injury time
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Pembaca mungkin merasakan hal yang sama dengan penulis kecewa dan sedih, karena beberapa jam lalu tim Indonesia harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata dengan memimpin 2-1 melawan Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sirna dengan gol balasan Bahrain pada injury time(waktu cedera) menit 99 lebih menyakitkan lagi tambahan waktu (additional time) itu lebih 4 menit dari yang seharusnya.
Injury time adalah satu istilah yang umum dalam permainan sepak bola. Injury time sering juga disebut dengan additional time. Pengertian injury time merujuk pada tambahan waktu yang diberikan di akhir setiap babak.
Injury time sering menghadirkan mata air (asa) dan kadang menumpahkan air mata (luka). Belakangan, istilah injury time ini juga kerap dipakai dalam menyebut penyelesaian apapun yang dibatasi oleh waktu, misalnya batas pengesahan anggaran, batas pendaftaran pemilihan, batas menyelesaikan studi dan semacamnya.
Output dari injury time sangat sering menimbulkan penderitaan, kekecewaan, kesedihan bahkan keputusasaan, bagi yang sebelumnya sangat optimis meraih kesuksesan. Oleh karena itu hanya orang-orang yang bermental baja yang bisa belajar dari peristiwa tersebut.
Penderitaan adalah salah satu ujian kenaikan kelas. Tanpa ujian biasanya tidak ada kenaikan kelas. Hanya saja masih jarang orang menyadari bahwa musibah dan penderitaan adalah ujian kenaikan kelas. Jika kita merenung dan berkontemplasi sejenak, maka memang benar bahwa di balik setiap musibah dan penderitaan selalu ada rahasia Tuhan yang sulit ditebak.
Menarik untuk menelisik doa Nabi Yusuf as: Rab al-sijn ahabbu ilayya "Ya Allah penjara aku lebih sukai" (Q.S. Yusuf/12:33). Ini diungkapkan ketika ia dipaksa oleh raja melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya. Ia memilih hidup menderita di ruang gelap dan sempitnya penjara ketimbang gemerlapnya istana yang ditawarkan kepadanya
Musibah, bala, kekecewaan, dan ketidaknyamanan bisa diubah menjadi sebuah kenyamanan, jika suasana batin aktif di dalam hati seseorang. Musibah dan penderitaan yang seharusnya menjadi sesuatu yang merepotkan, mengecewakan, menyakitkan, dan memalukan tetapi ada orang yang berhasil menjadikannya sebagai suatu kenikmatan.
Penderitaan, rasa sakit, kecewa, malu, menderita, dan tertekan hanyalah masalah psikologis. Musibah bisa diajak berkompromi. Musibah bisa dijadikan batu loncatan untuk naik lebih tinggi dari tempat semula. Banyak contoh dalam kehidupan kita musibah dijadikan sebagai hikmah untuk lebih maju, kreatif, dan berhasil.
Jika orang ditimpa musibah maka yang paling pertama dipanggil biasanya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Akan tetapi jika orang diuji dengan kemewahan atau pangkat, dan jabatan, yang paling sering dihubungi, di WA adalah makhluk Tuhan, yaitu orang yang disayanginya.
Dengan demikian, musibah dan penderitaan tidak selamanya negatif. Ingat pesan nabi: "Jika Tuhan menyayangi hambanya maka siksaannya didatangkan lebih awal di dunia supaya di akhirat nanti lunas. Jika Tuhan tidak menyukai hambanya Dia menunda siksaan-Nya di akhirat yang amat pedih". Hadis lain dikatakan: "Orang yang menjalani sakit demam sehari maka akan dihapuskan dosanya setahun".
Wallahu 'alam bishowab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in.
