logo

Tradisi Kearifan Lokal

Ditulis oleh Sabri on .

Ditulis oleh Sabri on . Dilihat: 1055

Tradisi Kearifan Lokal

oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

 

    Hari Sabtu 12 Oktober 2024, PTA Gorontalo baru menyelenggarakan perayaan maulid Nabi SAW, meskipun peringatan tersebut sudah memasuki bulan Rabiul Akhir bukan lagi bulan Rabiul Awal yang kita ketahui bulan kelahiran nabi.

    Dalam peringatan maulid nabi kemarin, selain mendatangkan penceramah dari luar, juga dimeriahkan dengan lomba nasyid dan kearifan lokal tolangga (maaf jika salah penyebutan, pen).

    Ada beberapa catatan dari penceramah yang menurut penulis patut diketahui setidaknya untuk menambah pengetahuan dan menambah wawasan.

    Sebagaimana disampaikan dalam ceramahnya, sang ustadz menyampaikan bahwa meskipun bulan maulud sudah lewat, namun untuk memperingati kelahiran nabi tidak menjadi masalah, oleh karena dalam peringatan tersebut menjelaskan hikmah dari sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW.

    Selanjutnya ustadz menyampaikan di bumi Gorontalo setiap peringatan maulid nabi ada tradisi dikili di hampir semua masjid.

     Dikili kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah zikir. Dikili melantunkan rasa syukur dan doa sholawat kepada Nabi Muhammad SAW atas kelahiran beliau. Dilaksanakan setelah Isya kemudian dijeda saat subuh, dilanjutkan dengan doa puncak pagi harinya sampai jam 9 atau jam 10 pagi. Sebagai pendatang, penulis tidak paham dengan bacaan dikili karena yang penulis dengar para pelantun dikili kayak melafalkan ejaan a, i, u, o dan e, dengan nada panjang yang sepertinya tidak mengandung arti sama sekali. 

    Tradisi Tolangga

    Tolangga adalah tempat menata kue-kue tradisional. Yang penulis lihat, tolangga terbuat dari bilah kayu atau bambu yang dihias dengan kertas dan pernak-pernik dengan berbagai bentuk seperti menara, masjid, atau perahu. Kue-kue tradisional seperti wajik, kue pasar, telur rebus diisi dalam plastik dan disusun menyesuaikan bentuk tolangga. Beberapa hiasan tolangga ditambah dengan kopi saset, makanan ringan kemasan, mie instan dan sebagainya.

    Di dalam tolangga ada anyaman dari daun kelapa bentuknya seperti loyang bulat. Isinya nasi kuning, ayam utuh (Jawa: ingkung), ikan yang masak, sambal, kue-kue basah lainnya.

    Saat yang seru dan selalu ditunggu oleh yang hadir dalam peringatan mauludan adalah setelah perayaan selesai, di momen itulah terjadi keunikan karena saling berebut kue dan makanan yang ada di tolangga. Mengingatkan tradisi sekatenan di Keraton Surakarta Yogyakarta.

    Tradisi unik yang menjunjung tinggi kebersamaan ini, dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pembinaan bagi warga pengadilan. Untuk lebih menambah semarak tradisi tolangga ini dalam pelaksanaannya dilombakan yang diikuti oleh enam satuan kerja yang ada di wilayah provinsi Gorontalo.

    Setelah perayaan maulid berakhir, para Ketua satuan kerja secara khusus menyerahkan bingkisan berupa loyang dari daun kelapa yang isinya ayam ( ingkung ), nasi kuning, ketupat kuning dan beberapa kue basah serta pisang yang diserahkan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, sebagai walima ini yang oleh penulis sendiri  belum diketahui apa itu walima. Mungkin pemerhati dari warga peradilan yang berada di wilayah Gorontalo dapat  menjelaskan (pen). 

     Kalau di masyarakat umum mungkin penyerahan walima diberikan kepada tokoh agama, tokoh adat atau kepala kampung sebagai penghormatan. Penulis tidak tahu persis, penceramah sendiri tidak  memberi penjelasan.

     Tradisi Mauludan 

      Dari pengalaman penulis yang sudah bertugas di beberapa provinsi di Indonesia, tradisi peringatan mauludan sangat bervariasi dan masing-masing memiliki keunikan. Akan tetapi yang bisa kita petik hikmah dari tradisi ini adalah keguyuban dan kerelaan bersedekah masyarakat.  Inilah kelebihan yang dimiliki masyarakat, sebuah tradisi yang mempererat dan mempersatukan komunitas masyarakat luas, yang menjadi kearifan lokal dan hanya satu-satunya di Indonesia yang ada. 

    Kata sebagian tokoh agama dan tokoh adat hikmah dari perayaan keagamaan dengan kearifan lokal inilah yang menyebabkan terciptanya kedamaian dan kerukunan dalam tatanan kehidupan masyarakat.

    Semoga dengan peringatan maulid nabi negara kita terlimpahkan rahmat dan keberkahan menuju negeri baldatun toyyibatun wa robbun ghofur  negeri sentosa penuh ampunan Tuhan.

 Wallahu 'alam bisshowab 

 Allhaumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa ash-habibi wa sallim 



Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

Jl. Tinaloga No.5 Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Utara, Gorontalo

Telp: 0435-8591389 
Fax: 0435-831625

Email : surat@pta-gorontalo.go.id

Hak Cipta Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo © 2022