logo

Perpustakaan Kini

Ditulis oleh Sabri on .

Ditulis oleh Sabri on . Dilihat: 846

Perpustakaan Kini

oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

 

      Biasanya penulis sampai kantor langsung ke ruang kerja, tapi tidak kali ini, pagi kemarin tiba-tiba ada yang menggerakkan ingin ke perpustakaan. Menempati sebuah ruangan yang tidak besar, kelihatan sederhana, perpustakaan di Pengadilan Tinggi Agama tetap bertahan dengan keberadaannya.

     Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengetahui mengenai istilah perpustakaan yang sebenarnya sudah kita kenal sejak duduk di bangku sekolah hingga sekarang.     

     Menurut kamus The Oxford English Dictionary kata library atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan. Sedangkan menurut hukum positif, Keputusan Presiden RI nomor 11 tahun 1989, disebutkan bahwa  perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Dari dua pengertian perpustakaan yang disajikan di atas, bila  dicermati maka dapat memperkaya ilustrasi kita mengenai sebuah upaya memberdayakan peran perpustakaan.

     Dari pengertian perpustakaan kita menjadi mengetahui bahwa isi dari perpustakaan itu tidak sebatas buku yang disusun secara sistematis. Ada beberapa hal kegiatan yang dapat dilakukan di perpustakaan tanpa harus selalu dikaitkan dengan membaca buku saja. 

       Perpustakaan Kurang Peminat.

       Saat ini keberadaan perpustakaan kurang peminat tidak seperti sebelum era smartphone. Ketika masuk ke perpustakaan, yang kita jumpai adalah  tidak ada pengunjung, sepi, sambil berdiri penulis hanya memandang lemari-lemari dan rak-rak berisi buku yang tertata rapi, saat membuka buku tamu, terbaca pengunjung perpustakaan terakhir tercatat tanggal sekian bulan nya telah lewat dengan keterangan "mengembalikan buku pinjaman" dan paraf. Masih lumayan ada yang  berkunjung.

     Kondisi semacam ini mungkin merata dialami oleh setiap perpustakaan yang ada (khususnya) di perkantoran, berbeda (mungkin) dengan yang ada di sekolah atau perguruan tinggi. Padahal kita menyadari perpustakaan berisi buku yang merupakan jendela dunia.

     Mengapa demikian, kita mesti menyadari era saat ini sangat berbeda dengan sebelum tahun 2000an. Kini perpustakaan berada di tengah arus digital, dengan media super canggih yang sangat portable telepon genggam (smartphone). Dengan sekali sentuh informasi apapun bisa kita dapatkan dengan cepat. 

    Makna perpustakaan (baca buku) adalah jendela dunia bisa jadi diragukan saat ini. Mengingat internet menyediakan banyak informasi dan pengetahuan. Bahkan dengan adanya internet, informasi ditampilkan jauh lebih menarik. Sehingga timbul pertanyaan, bagaimana perpustakaan di tengah arus informasi digital seperti sekarang?

    Sebenarnya, buku masih menjadi andalan sumber pengetahuan yang akurat. Banyak informasi di internet nyatanya tidak didukung dengan keakuratannya. Apalagi internet sering dimanfaatkan secara negatif untuk menyebarkan informasi hoax. 

     Oleh karena itu dunia pendidikan tinggi, buku adalah sumber referensi utama dalam penulisan karya ilmiah. Sumber yang berasal dari internet sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan. Apabila digunakan maka harus memenuhi kriteria tertentu yang menunjukkan sumber dari internet tersebut memang kredibel.

    Era digital juga melahirkan ebook atau buku digital. Ebook memberikan pengetahuan yang sama akuratnya dibanding sumber informasi dari internet. Akan tetapi adanya ebook sedikit mengubah perilaku manusia dalam membaca buku karena ebook lebih praktis digunakan daripada buku fisik. Ini pula yang menyebabkan pecinta buku kurang tertarik lagi mengunjungi perpustakaan.

    Perpustakaan harus menghadapi era digital seperti saat ini. Dengan aplikasi atau platform seperti google, wikipedia, dan lainnya merupakan tantangan untuk meningkatkan minat dan daya baca pengunjungnya. Hal itu dikarenakan aplikasi-aplikasi tersebut dianggap lebih banyak memiliki koleksi dan lebih mudah diakses oleh siapapun.

    Perpustakaan, kini harus berubah secara menyeluruh, baik sarana prasarananya maupun koleksi buku literatur yang manual dan digital, serta SDM pengelolanya.

Marilah kita menjaga perpustakaan sebagai jendela dunia yang tidak ternilai harganya. Dunia ada di tangan kita melalui perpustakaan.

Kesimpulannya adalah, dengan kita membuka jendela dunia melalui perpustakaan, kita bisa memperoleh manfaat yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, mari kita memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan dan membuka jendela dunia.

     Tulisan ini hanya ungkapan spontanitas, timbul kegelisahan, melihat kondisi perpustakaan di kantor tampak kurang peminat.

Semoga bermanfaat.







Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

Jl. Tinaloga No.5 Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Utara, Gorontalo

Telp: 0435-8591389 
Fax: 0435-831625

Email : surat@pta-gorontalo.go.id

Hak Cipta Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo © 2022