Wisata Religi
Wisata Religi
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Hari ini Sabtu adalah hari awal akhir pekan weekend setelah lima hari kita disibukkan dengan kepenatan tugas kantor yang bersifat rutinitas. Tentu hal ini sering mendatangkan rasa jenuh, oleh karena itu kita harus pintar berselancar membuang kejenuhan itu.
Banyak cara orang menghilangkan kepenatan misalnya dengan berolahraga, membaca, mendengar atau bermain musik juga berwisata (alam atau budaya). Kali ini penulis ingin mengajak pembaca untuk mengenal wisata religi di kota Gorontalo dan sekitarnya.
Salah satu yang kerap dilakukan umat muslim di Indonesia adalah melakukan wisata religi. Banyak yang beranggapan, dengan melakukan wisata religi dapat memberikan ketenangan batin dalam diri.
Wisata religi bisa diartikan sebagai destinasi wisata yang berhubungan dengan sejarah, tokoh, hingga tempat ibadah. Wisata ini memiliki banyak manfaat bagi mental dan spiritualitas seseorang. Mulai dari meningkatkan keimanan, menambah wawasan keagamaan, hingga menambah wawasan budaya dan sejarah suatu tempat.
Kini saatnya mengenal wisata religi di Gorontalo. Salah satu masjid tertua di Gorontalo. adalah Masjid Hunto Sultan Amai. Konon masjid ini dibangun oleh Raja Sultan Amay tahun 1495 Masehi. Masjid ini dibangun juga bertujuan sebagai tempat untuk menyiarkan agama Islam di bumi Hulondalo.
Raja Sultan Amay membangun masjid kemudian diberi nama Hunto, menurut informasi penulis terima berasal dari kata Ilohuntungo yang berarti 'basis atau pusat perkumpulan dan penyebaran Islam' (maaf kalau salah pen.).
Penulis tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan alasan mengapa Sultan Amay mendirikan masjid tersebut.
Keindahan masjid tertua di Gorontalo berukuran 12 x 12 meter ini, diukir berbagai ornamen bergaya Turki dan India yang berlafazkan asma Allah. Selain itu di dalamnya banyak peninggalan sejarah, terutama makam Sultan Amay, Raja Hulontalangi atau Raja Gorontalo bersama para prajuritnya yang bisa ditemui di belakang masjid.
Juga ada bedug kecil dari kulit randu, mimbar khotib berumur ratusan tahun, serta keberadaan sumur tua sebagai tempat pengambilan air wudhu, menjadi saksi sejarah berdirinya masjid pertama di Gorontalo tersebut.
Setiap hari masjid ini tampak dikunjungi oleh jamaah dan wisatawan. Mereka bisa menikmati panorama dan kisah-kisah lama yang dituturkan oleh warga.
Kini Masjid Hunto Sultan Amay menjadi simbol pusat dakwah bagi umat muslim di Gorontalo, sekaligus memiliki kisah masa lalu yang selalu dirawat melalui kisah orang-orang terdahulu hingga terus ditularkan dari generasi ke generasi.
Masjid ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya situs sejarah oleh pemerintah. Menurut pengamatan penulis, sejak dibangunnya masjid ini sampai dengan sekarang masih terjaga dengan baik.
Selain masjid Hunto, ada beberapa wisata religi yang ada di kota Gorontalo, seperti makam para auliya(para wali) demikian pula beberapa wisata religi yang ada di sekitar kota Gorontalo seperti masjid Baiturrahman yang konon katanya didirikan tahun 1630 M dan desa wisata religi yang terkenal memiliki taman wisata Bubohu, di desa Bongo, Kecamatan Batuda'a, Kabupaten Gorontalo, desa ini pernah menyabet juara kedua nasional kategori Desa Wisata Berkembang pada Anugerah Desa Wisata Indonesia(ADWI) 2021.
Mari kita berwisata religi di sekitar kita.
Mohon koreksi, semoga bermanfaat.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in
