Berserah Diri, Tawakal
Berserah Diri, Tawakal
oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Berserah diri, surrender to God adalah bagian penting dari kehidupan dan pemikiran yang mulia. Kita sering membandingkan diri dengan orang lain dan mengejar kesempurnaan yang tidak mungkin dicapai.
Imam Al Ghazali menuturkan dalam Ihya'u Ulumuddin nasehat yang berharga.
Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih, barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu.
Jangan kau tunggu bahagia baru tersenyum, namun tersenyumlah sehingga kau bahagia.
Mengapa kau terlalu banyak berpikir, sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur segalanya.
Mengapa kau gundah akan sesuatu yang tidak kau ketahui, sedangkan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu.
Oleh karena itu, tenanglah sebab engkau selalu berada dalam perlindungan Allah yang Maha Menjaga dan ucapkan dengan hatimu sebelum kau ucapkan dengan lisanmu, aku serahkan segala urusanku hanya kepada Allah.
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang lain Minhajul Abidin mengatakan ada dua alasan yang mengharuskan manusia berserah diri kepada Allah swt dalam segala urusan.
Pertama, dengan menyerahkan semua urusan kepada Allah swt maka hati akan menjadi tenang dan tenteram.
Sebab jika perkara yang kamu hadapi itu masih samar baik dan buruknya bisa menyebabkan hati kamu cemas dan kalut, tulis Imam al-Ghazali.
Dia mengatakan, kamu tidak tahu apakah kamu akan jatuh pada kebaikan atau kerusakan. Jika kamu menyerahkan urusan itu seluruhnya kepada Allah Ta'ala, maka kamu akan tahu bahwa kamu tidak akan jatuh kecuali kepada kemaslahatan dan kebaikan.
Maka kamu akan merasa aman dari bahaya, mudharat dan penyimpangan, serta kamu juga akan merasakan ketenangan hati seketika itu.
Ketenangan, keamanan dan kelegaan hati ini adalah keuntungan yang besar bagi kamu. Guru kami sering mengungkapkan di dalam majelisnya.
"Biarkan soal pengaturan itu menjadi urusan Pencipta kamu, niscaya kamu akan tenang karena bersandar hanya kepada-Nya".
Kedua, sikap berserah diri itu akan mendatangkan kebaikan di masa mendatang. Manusia banyak menghadapi perkara yang samar, sehingga sulit disikapi dengan mudah. Banyak perkara yang nampak baik, ternyata buruk.
Banyak juga masalah yang membahayakan tapi tertutupi oleh retorika manfaatnya, tidak sedikit juga racun yang berbentuk madu.
Padahal kamu tidak mengetahui akibat dan rahasia-rahasia yang terkandung di balik semua itu.
Maka jika kamu ingin suatu hal berjalan sesuai keinginan dan rencana kamu sendiri, niscaya kamu akan jatuh dalam kegagalan yang kadang tidak kamu sadari.
Dirangkum dari beberapa tulisan. Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi wa sallim ajma'in
