logo

Garuda Jakarta-Gorontalo

Ditulis oleh alifudin on .

Ditulis oleh alifudin on . Dilihat: 1163

Garuda Jakarta-Gorontalo

oleh Dr. H. Chazim Maksalina, M.H.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

    Untuk kesekian kalinya dalam tugas kedinasan, penulis harus bolak balik Jakarta - Gorontalo. Ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan Jakarta - Gorontalo. Kali ini saya memilih penerbangan dengan pesawat Garuda.

    Jarak rumah bandara cukup jauh, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam lebih  dalam keadaan normal, akan tetapi bisa dua jam atau lebih saat perjalanan siang hari dan macet. Jam lima pagi itulah jadwal penerbangan pesawat saya.

    Dengan keramahan khas, crew pesawat mempersilakan penumpang untuk menempati twmpat duduk sesuai dengan nomor kursi.

     Mendapat kursi nomor 38 A, cukup menyenangkan karena berada di jendela meskipun agak di belakang. Tepat jam 05. 16 menit roda pesawat piiakan bumi dan tampak dari jendela pesawat betapa lampu-lampu dari kawasan rumah penduduk masih terang  karena memang langit masih gelap.

    Di sinilah pikiran menerawang, hati merunduk dan perasaan menghayati betapa kebesaran, kekuasaan dan kasih sayang Tuhan terlimpahkan untuk makhluknya (baca manusia).

    Sepanjang penerbangan aku pasrahkan jiwa raga ini yang berada di genggaman Tuhan. Seperti dalam doa yang setiap hari kita baca.

"Allah Maha Besar yang sebesar-besarnya, segala puja dan puji sebanyak-banyaknya hanya milik Allah dan Maha Suci Allah di pagi maupun sore, aku hadapkan wajahku hanya kepada dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kepatuhan dan penuh berserah diri (jadikan) aku bukan termasuk orang-orang yang menyekutukanMu, sungguh sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya milik Allah yang mengatur seluruh alam. Tidak ada satupun sekutu bagiNYA, dan yang demikian aku diperintahkan dan semoga aku termasuk golongan orang yang berserah diri".

    Tiba-tiba sekujur tubuhku terasa ngilu dan lemas, aku tak punya daya apa-apa dan tak memiliki kekuatan apa-apa di hadapan kekuasaan yang Maha Esa, betapa ruang angkasa langit yang di mata kita seperti tak terbatas adalah bagian karunia yang dianugerahkan kepada hambaNYA.

    Kita makhluk yang sangat lemah, tetapi dengan akal yang dimilikinya kita bisa menjadi sombong dan congkak, seakan-akan segala yang di dunia bisa ditundukkan. Apa lagi dalam diri kita masih diliputi dan dikuasai bermacam nafsu (amarah, lawwamah, sabu'iyah, syaithoniyah).

    Jika kita menilik diri kita ternyata teramat banyak dosa dan kesalahan kita terhadap Tuhan, kita ternyata tergolong orang dzalim, kufur terhadap nikmat dan selalu dalam ketergesa-gesaan.

    Oleh karena itu hanya dengan "minta ampun" ( istighfar ) terus menerus tanpa jeda, Tuhan akan menerima ketaatan dan kepasrahan kita.

     Tidak ada yang pantas  dan layak segala perbuatan diatasnamakan pada diri kita, semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.

    Akhirnya sebagai umat  nabi akhir zaman, sudah seharusnya kita perbanyak dengan sholawat, "semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada penghulu kita nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya". Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali wa shobihi wa salim.

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo

Jl. Tinaloga No.5 Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Utara, Gorontalo

Telp: 0435-8591389 
Fax: 0435-831625

Email : surat@pta-gorontalo.go.id

Hak Cipta Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo © 2022