Karo Perencanaan dan Organisasi : Anggaran MA paling kecil dibanding K/L Lainnya Tetapi Semangat ZI Paling Besar
Karo Perencanaan dan Organisasi : Anggaran MA paling kecil dibanding K/L Lainnya Tetapi Semangat ZI Paling Besar
Kedatangan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi (Karo Renog) Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Joko Upoyo Pribadi bersama rombongannya di Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo pada hari ini Jum’at (6/8) cukup menarik perhatian. Adapun agenda kedatangan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi tersebut yaitu mempersiapkan dan melakukan pendampingan satker di wilayah Gorontalo yang diusulkan untuk mendapatkan predikat WBK dari MenPAN RB. PTA Gorontalo dan PA Limboto termasuk dalam usulan tersebut.

Karo Renog didampingi KPTA. Gorontalo dan Waka PTA. Gorontalo
Dalam sambutannya, Karo Perencanaan dan Organisasi mengatakan bahwa sesungguhnya anggaran Mahkamah Agung RI sangat sedikit dibanding dengan Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya. Pasalnya Mahkamah Agung RI membawahi lebih dari 900 satker dari 4 (empat) lingkungan peradilan. Apalagi adanya refocussing anggaran kurang lebih 500 milyar. Sehingga diharapkan agar memaksimalkan anggaran yang ada dengan melakukan kegiatan dengan anggaran yang minim.
Sehubungan dengan persiapan penilaian zona integritas pada PTA Gorontalo, Karo Renog mengatakan tidak boleh melupakan hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, kerapian, dan sarana prasana dibuat eye-catching, perlunya ada eviden dalam setiap kegiatan, selalu berhati-hati karena predikat Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) bisa saja dicabut dipertengahan tahun apabila ternyata terbukti tidak memenuhi syarat lagi untuk menyandang predikat WBK/WBBM. Diharapkan 75 % satker MA meraih WBK/WBBM agar MA bisa memberikan kenaikan kesejahteraan bagi hakim dan pegawai.

Seluruh pegawai mengikuti kegiatan
Sebelum menutup kegiatan, KPTA. Gorontalo berharap dengan adanya kedatangan Karo Renog dapat memberikan angin segar dan motivasi seluruh aparatur di Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo dan Pengadilan Agama yang berada dibawahnya agar dapat meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi. Kegiatan hari ini selain diikuti oleh seluruh pegawai di PTA Gorontalo juga di ikuti oleh Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama Gorontalo, Pengadilan Agama Limboto dan Pengadilan Agama Suwawa. (red.RB)
