PTA Gorontalo Mantapkan Langkah Menuju WBBM Melalui Pembinaan Sekretaris Ditjen Badilag

Ditulis oleh Mivan dehimeli on .

Ditulis oleh Mivan dehimeli on . Dilihat: 17

PTA Gorontalo Mantapkan Langkah Menuju WBBM Melalui Pembinaan Sekretaris Ditjen Badilag 

Gorontalo, 11 Agustus 2026 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo terus memantapkan langkah dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) yang dipusatkan di Aula Pentagon” PTA Gorontalo, Selasa (11/8/2026). 

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Hakim Tinggi, pejabat struktural dan fungsional, serta aparatur PTA Gorontalo. Turut hadir para pimpinan Pengadilan Agama (PA) sewilayah Gorontalo yang terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris. Kehadiran jajaran pimpinan PA sewilayah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas secara menyeluruh, baik dalam mempersiapkan satuan kerja yang belum meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), maupun mempertahankan dan meningkatkan capaian menuju WBBM bagi satuan kerja yang telah memperoleh predikat tersebut. tambahkan juga kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh warga peradilan agama se wilayah pta gorontalo melalui channel live youtube akun pta. 

Dalam pengantarnya, Ketua PTA Gorontalo, Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Sekretaris Ditjen Badilag di PTA Gorontalo. Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus dukungan yang sangat berarti bagi PTA dan PA sewilayah dalam memperkuat pelaksanaan pembangunan Zona Integritas. Beliau berharap pembinaan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai strategi meraih predikat WBK dan WBBM, tetapi juga semakin memperkuat komitmen seluruh aparatur untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan pembangunan Zona Integritas tersebut dipandu langsung oleh Wakil Ketua PTA Gorontalo, Dr. Drs. Muhamad Yamin, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas PTA Gorontalo. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., menyampaikan penguatan terkait strategi dan komitmen dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Mengawali paparannya, Sekretaris Ditjen Badilag menegaskan bahwa predikat WBBM tidak boleh dipandang semata-mata sebagai sebuah penghargaan atau pencapaian administratif. Lebih dari itu, WBBM merupakan bukti bahwa sebuah satuan kerja mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas harus ditempatkan sebagai proses perubahan yang berlangsung secara berkelanjutan. Predikat yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari budaya kerja yang secara konsisten menempatkan integritas, kualitas pelayanan, dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

Lebih lanjut, Arief Hidayat mengingatkan bahwa budaya melayani tidak dapat dibangun secara instan, terlebih hanya ketika sebuah satuan kerja menghadapi penilaian Zona Integritas. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur peradilan agar pelayanan prima tidak dilakukan sekadar untuk memenuhi indikator penilaian, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memberikan bekal kepada pimpinan Pengadilan Agama sewilayah Gorontalo dalam mempercepat dan memperkuat pembangunan Zona Integritas di satuan kerja masing-masing.

Bagi satuan kerja yang belum memperoleh predikat WBK, pembinaan diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat komitmen dan menyiapkan berbagai perubahan yang diperlukan. Sementara bagi satuan kerja yang telah memperoleh predikat WBK maupun WBBM, pembinaan menjadi sarana untuk melakukan evaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi serta kualitas pelayanan.

Secara khusus, PTA Gorontalo menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBBM. Seluruh jajaran didorong untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga konsistensi integritas, serta memastikan setiap perubahan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat pencari keadilan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Setelah menyampaikan materi pembinaan, Sekretaris Ditjen Badilag memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, maupun mendiskusikan berbagai tantangan dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas di satuan kerja masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan, khususnya terkait strategi membangun budaya kerja berintegritas, inovasi pelayanan, serta keberlanjutan pembangunan Zona Integritas agar tidak berhenti setelah memperoleh predikat WBK maupun WBBM.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, tiga orang penanya mendapatkan reward berupa buku karya Sekretaris Ditjen Badilag berjudul Jangan Menyerah untuk Jiwa yang Lelah. Pemberian buku tersebut sekaligus menjadi pesan motivasi agar seluruh aparatur tetap memiliki semangat dalam menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PTA Gorontalo, Pengadilan Agama sewilayah, dan Ditjen Badilag dalam mewujudkan peradilan agama yang berintegritas, profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan semangat perubahan yang terus dijaga, PTA Gorontalo optimistis dapat mewujudkan target meraih predikat WBBM, sekaligus mendorong Pengadilan Agama sewilayah Gorontalo untuk terus meningkatkan capaian pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.