Ketua Mahkamah Agung Lantik Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. sebagai Ketua PTA Gorontalo
Ketua Mahkamah Agung Lantik
Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H.
sebagai Ketua PTA Gorontalo

GORONTALO, 3 Juni 2026 – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, secara resmi melantik Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo yang baru. Pelantikan tersebut menandai estafet kepemimpinan di PTA Gorontalo dari Dra. Nia Nurhamidah Romli, M.H., yang kini mendapat amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Jakarta pada Rabu (3/6/2026) dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Mahkamah Agung serta para pejabat peradilan agama. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung juga melantik delapan Ketua Pengadilan Tinggi Agama lainnya, yakni Ketua PTA Banten, Palembang, Padang, Kendari, Jambi, Jayapura, Bengkulu, dan Papua Barat.
Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik dengan berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah dan pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Prosesi ditutup dengan serah terima jabatan dari pejabat sebelumnya kepada pejabat yang baru dilantik, sebagai simbol resmi berlangsungnya estafet kepemimpinan di lingkungan peradilan agama.
Sebagai bagian dari arahannya, Ketua Mahkamah Agung menekankan pentingnya menjadi pemimpin yang pragmatis, yakni pemimpin yang mampu memahami dan menyelesaikan persoalan secara nyata dan efektif. Menurutnya, minimnya laporan atau masukan dari jajaran di bawah sering kali bukan karena tidak adanya permasalahan, melainkan dapat menjadi indikator kurang baiknya pola kepemimpinan yang diterapkan. Seorang pemimpin, lanjutnya, harus hadir sebagai pemberi solusi dan pembina bagi bawahannya, bukan justru menjadi sumber tekanan yang menimbulkan keresahan atau emosi di lingkungan kerja. Ketua Mahkamah Agung juga mengingatkan bahwa gagasan terbaik tidak selalu lahir dari tingkat pimpinan, melainkan dapat muncul dari lini terdepan atau para pegawai yang berhadapan langsung dengan berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Oleh karena itu, pemimpin harus membuka ruang komunikasi dan menghargai setiap ide serta inovasi yang berkembang di lingkungan kerjanya. Menutup sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik serta berharap agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi demi kemajuan lembaga peradilan.
Pelantikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo yang baru menjadi momentum strategis dalam memperkuat kelembagaan peradilan agama sekaligus mendukung terwujudnya peradilan yang agung, modern, transparan, dan akuntabel sebagaimana visi Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan seluruh satuan kerja peradilan agama di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo semakin solid dan sinergis dalam menjalankan tugas serta fungsi peradilan, sehingga mampu menghadirkan pelayanan hukum yang berkualitas, berintegritas, dan berkeadilan bagi masyarakat pencari keadilan.