Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba, PTA. Gorontalo Gandeng BNN Prov. Gorontalo

Gorontalo, 10 April 2019

 Foto. Sosialisasi Penyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika

Pagi ini tepat pukul 09.00 Wita PTA. Gorontalo bekerja sama dengan BNN Prov. Gorontalo melaksanakan kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba bagi aparat di PTA. Gorontalo. Kegiatan dipusatkan di Aula PTA. Gorontalo.

Mengawali kegiatan Kabid P2M Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Prov. Gorontalo Abdul Muchars Daud,  SE,  M. AP memberikan sosialisasi terkait jenis-jenis narkoba, pencegahan dan tindak lanjut penyalahgunaan norkoba serta memperkenalkan metode deteksi dini yang akan gunakan di PTA Gorontalo. Abdul Muchars menyampaikan bahwa narkoba merupakan musuh agama, musuh nasional dan musuh internasional hal ini dikarenakan dampaknya yang begitu besar. Berdasarkan data BNN aparat pemerintah sudah banyak yang menggunakan barang haram ini, tidak terkecuali aparat penegak hukum.

“Oleh sebab itu setiap instansi pemerintah diwajibkan untuk melakukan 3 hal dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba yaitu melakukan sosialisasi, deteksi dini dan membentuk  relawan anti narkoba”, ungkap Abdul Muchars.
Disaat yang sama Ketua PTA Gorontalo Drs. H. Iskandar Paputungan, MH sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan deteksi dini dilaksanakan sebagai aksi nyata komitmen PTA. Gorontalo dalam mendukung program pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Saya sangat yakin warga PTA Gorontalo tidak bersentuhan dengan narkoba”, tegas Iskandar.

 Foto. Hasil tes urine salah seorang pegawai bergaris dua (negatif)

Deteksi dini oleh BNN menggunakan Alat tes narkoba Multy 6 Egens yang dapat mendeteksi 6 jenis narkoba sekaligus yaitu : AMP,  MET , THC, MOP, COC dan BZO.  BNN mengklaim bahwa alat ini sangat sensitif dan akurat, hasil tes akan nampak dalam waktu kurang dari 5 menit.

Foto. Ketua (kiri) dan Wakil Ketua PTA Gorontalo (tengah) mengisi formulir pengambilan sampel

Seluruh hakim, pegawai dan tenaga honorer PTA Gorontalo berjumlah 50 orang, yang diambil sampel baru 49 orang sedangkan 1 orang belum diambil sampel karena cuti. Pegawai yang cuti akan melaksanakan tes langsung dikantor BNN setelah selesai masa cutinya. Pelaksanaan deteksi dini berjalan lancar dan diperoleh hasil negatif terhadap penyalahgunaan norkoba. (Humas).